Penerjamah

Kamis, 04 Desember 2014

FUNGSI SUBNETTING

Tujuan dalam melakukan subnetting ini adalah :
•Membagi satu kelas netwok atas sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
•Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.
•Untuk mengatasi masalah perbedaaan hardware dengan topologi fisik jaringan.
•Penggunaan IP Address yang lebih efisien.

Ada dua pendekatan dalam melakukan pembentukan subnet, yaitu :
•Berdasarkan jumlah jaringan yang akan dibentuk.
•Berdasarkan jumlah host yang dibentuk dalam jaringan.

Kedua-duanya akan dipakai untuk menentukan efisiensi pe¬nomoran IP dalam suatu lingkungan jaringan. Pada subnet mask seluruh bit yang berhubungan dengan host ID diset 0. Sedangkan bit yang berhubungan dengan network ID diset 1.
Untuk menentukan suatu host berada pada jaringan luar atau pada jaringan lokal, kita dapat melakukan operasi AND antara subnet mask dengan IP Address asal dan IP Address tujuan, serta membandingkan hasilnya sehingga dapat diketahui ke mana arah tujuan dari paket IP tersebut. Jika kedua hasil operasi tersebut sama, maka host tujuan terletak di jaringan lokal dan paket IP dikirim langsung ke host tujuan. Jika hasilnya berbeda, maka host terletak di luar jaringan lokal, sehingga paket IP dikirim ke default router.

2.Jelaskan yang dimaksud dengan network id,ip broadcast,ipnetwork dan host id

a.Pengertian network id

Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau ...IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.
b.Pengertian ip  Broadcast

Alamat ini digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host yang ada pada suatu jaringan. Seperti diketahui, setiap paket IP memiliki header alamat tujuan berupa IP Address dari host yang akan dituju oleh paket tersebut. Dengan adanya alamat ini, maka hanya host tujuan saja yang memproses paket tersebut, sedangkan host lain akan mengabaikannya.
c.Pengertian Ip Network

Segmen jaringan, dengan kata lain bisa disebut juga sebagai pengelompokan suatu jaringan dengan batasan yang dibuat dan didefinisikan oleh router. Dalam satu jaringan LAN maka IP Network tentu akan sama.
3.carilah ip network,ip broadcast, host id
a./16

Address: 192.168.0.1 11000000.10101000 .00000000.00000001
Netmask: 255.255.0.0 = 16 11111111.11111111 .00000000.00000000
Wildcard: 0.0.255.255 00000000.00000000 .11111111.11111111
... =>
Network: 192.168.0.0/16 11000000.10101000 .00000000.00000000 (Class C)
Broadcast: 192.168.255.255 11000000.10101000 .11111111.11111111
HostMin: 192.168.0.1 11000000.10101000 .00000000.00000001
HostMax: 192.168.255.254 11000000.10101000 .11111111.11111110
Hosts/Net: 65534
b./20

Address: 192.168.0.1 11000000.10101000.0000 0000.00000001
Netmask: 255.255.240.0 = 20 11111111.11111111.1111 0000.00000000
Wildcard: 0.0.15.255 00000000.00000000.0000 1111.11111111
... =>
Network: 192.168.0.0/20 11000000.10101000.0000 0000.00000000 (Class C)
Broadcast: 192.168.15.255 11000000.10101000.0000 1111.11111111
HostMin: 192.168.0.1 11000000.10101000.0000 0000.00000001
HostMax: 192.168.15.254 11000000.10101000.0000 1111.11111110
Hosts/Net: 4094
 
c. /22

Address: 192.168.0.1 11000000.10101000.000000 00.00000001
Netmask: 255.255.252.0 = 22 11111111.11111111.111111 00.00000000
Wildcard: 0.0.3.255 00000000.00000000.000000 11.11111111
... =>
Network: 192.168.0.0/22 11000000.10101000.000000 00.00000000 (Class C)
Broadcast: 192.168.3.255 11000000.10101000.000000 11.11111111
HostMin: 192.168.0.1 11000000.10101000.000000 00.00000001
HostMax: 192.168.3.254 11000000.10101000.000000 11.11111110
Hosts/Net: 1022
d./24

Address: 192.168.0.1 11000000.10101000.00000000 .00000001
Netmask: 255.255.255.0 = 24 11111111.11111111.11111111 .00000000
Wildcard: 0.0.0.255 00000000.00000000.00000000 .11111111
... =>
Network: 192.168.0.0/24 11000000.10101000.00000000 .00000000 (Class C)
Broadcast: 192.168.0.255 11000000.10101000.00000000 .11111111
HostMin: 192.168.0.1 11000000.10101000.00000000 .00000001
HostMax: 192.168.0.254 11000000.10101000.00000000 .11111110
Hosts/Net: 254
e./25

Address: 192.168.0.1 11000000.10101000.00000000.0 0000001
Netmask: 255.255.255.128 = 25 11111111.11111111.11111111.1 0000000
Wildcard: 0.0.0.127 00000000.00000000.00000000.0 1111111
... =>
Network: 192.168.0.0/25 11000000.10101000.00000000.0 0000000 (Class C)
Broadcast: 192.168.0.127 11000000.10101000.00000000.0 1111111
HostMin: 192.168.0.1 11000000.10101000.00000000.0 0000001
HostMax: 192.168.0.126 11000000.10101000.00000000.0 1111110
Hosts/Net: 126

f./26

Address: 192.168.0.1 11000000.10101000.00000000.00 000001
Netmask: 255.255.255.192 = 26 11111111.11111111.11111111.11 000000
Wildcard: 0.0.0.63 00000000.00000000.00000000.00 111111
... =>
Network: 192.168.0.0/26 11000000.10101000.00000000.00 000000 (Class C)
Broadcast: 192.168.0.63 11000000.10101000.00000000.00 111111
HostMin: 192.168.0.1 11000000.10101000.00000000.00 000001
HostMax: 192.168.0.62 11000000.10101000.00000000.00 111110
Hosts/Net: 62


g./27

Address: 192.168.0.1 11000000.10101000.00000000.000 00001
Netmask: 255.255.255.224 = 27 11111111.11111111.11111111.111 00000
Wildcard: 0.0.0.31 00000000.00000000.00000000.000 11111
... =>
Network: 192.168.0.0/27 11000000.10101000.00000000.000 00000 (Class C)
Broadcast: 192.168.0.31 11000000.10101000.00000000.000 11111
HostMin: 192.168.0.1 11000000.10101000.00000000.000 00001
HostMax: 192.168.0.30 11000000.10101000.00000000.000 11110
Hosts/Net: 30



h./28

Address: 192.168.0.1 11000000.10101000.00000000.0000 0001
Netmask: 255.255.255.240 = 28 11111111.11111111.11111111.1111 0000
Wildcard: 0.0.0.15 00000000.00000000.00000000.0000 1111
=>
Network: 192.168.0.0/28 11000000.10101000.00000000.0000 0000 (Class C)
Broadcast: 192.168.0.15 11000000.10101000.00000000.0000 1111
HostMin: 192.168.0.1 11000000.10101000.00000000.0000 0001
HostMax: 192.168.0.14 11000000.10101000.00000000.0000 1110
Hosts/Net: 14


i./29

Address: 192.168.0.1 11000000.10101000.00000000.00000 001
Netmask: 255.255.255.248 = 29 11111111.11111111.11111111.11111 000
Wildcard: 0.0.0.7 00000000.00000000.00000000.00000 111
=>
Network: 192.168.0.0/29 11000000.10101000.00000000.00000 000 (Class C)
Broadcast: 192.168.0.7 11000000.10101000.00000000.00000 111
HostMin: 192.168.0.1 11000000.10101000.00000000.00000 001
HostMax: 192.168.0.6 11000000.10101000.00000000.00000 110
Hosts/Net: 6


j./30
Address: 192.168.0.1 11000000.10101000.00000000.000000 01
Netmask: 255.255.255.252 = 30 11111111.11111111.11111111.111111 00
Wildcard: 0.0.0.3 00000000.00000000.00000000.000000 11
=>
Network: 192.168.0.0/30 11000000.10101000.00000000.000000 00 (Class C)
Broadcast: 192.168.0.3 11000000.10101000.00000000.000000 11
HostMin: 192.168.0.1 11000000.10101000.00000000.000000 01
HostMax: 192.168.0.2 11000000.10101000.00000000.000000 10
Hosts/Net: 2

SUBNETTING

PENGERTIAN SUBNETTING

hai sobat smk,,,, kali ini saya akan berbagi penjelasan subneting dari sebuah jaringan ini dia

Subnetting adalah sebuah teknik yang mengizinkan para administrator jaringan untuk memanfaatkan 32 bit IP address yang tersedia dengan lebih efisien. Teknik subnetting membuat skala jaringan lebih luas dan tidak dibatas oleh kelas-kelas IP (IP Classes) A, B, dan C yang sudah diatur. Dengan subnetting, anda bisa membuat network dengan batasan host yang lebih realistis sesuai kebutuhan. Subnetting menyediakan cara yang lebih fleksibel untuk menentukan bagian mana dari sebuah 32 bit IP adddress yang mewakili netword ID dan bagian mana yang mewakili host ID. Dengan kelas-kelas IP address standar, hanya 3 kemungkinan network ID yang tersedia; 8 bit untuk kelas A, 16 bit untuk kelas B, dan 24 bit untuk kelas C. Subnetting mengizinkan
anda memilih angka bit acak (arbitrary number) untuk digunakan sebagai network ID.

Dua alasan utama melakukan subnetting, yaitu :
1. Mengalokasikan IP address yang terbatas supaya lebih efisien. Jika internet terbatas oleh alamat-alamat di kelas A, B, dan C, tiap network akan memliki 254, 65.000, atau 16 juta IP address untuk host devicenya. Walaupun terdapat banyak network dengan jumlah host lebih dari 254, namun hanya sedikit network (kalau tidak mau dibilang ada) yang memiliki host sebanyak 65.000 atau 16 juta. Dan network yang memiliki lebih dari 254 device akan membutuhkan alokasi kelas B dan mungkin akan menghamburkan percuma sekitar 10 ribuan IP address.
2. Alasan kedua adalah, walaupun sebuah organisasi memiliki ribuan host device, mengoperasikan semua device tersebut di dalam network ID yang sama akan memperlambat network. Cara TCP/IP bekerja mengatur agar semua komputer dengan network ID yang sama harus berada di physical network yang sama juga. Physical network memiliki domain broadcast yang sama, yang berarti sebuah medium network harus membawa semua traffic untuk network. Karena alasan kinerja, network biasanya disegmentasikan ke dalam domain broadcast yang lebih kecil-bahkanlebihkecil - dari Class C address.

Subnets Subnet adalah network yang berada di dalam sebuah network lain (Class A, B, dan C). Subnets dibuat menggunakan satu atau lebih bit-bit di dalam host Class A, B, atau C untuk memperlebar network ID. Jika standar network ID adalah 8, 16, dan 24 bit, maka subnet bisa memiliki panjang network ID yang berbeda- beda. Di network yang ke dua, empat bit pertama host ID digunakan untuk memisahkan network ke dalam dua bagian kecil network - diidentifikasikan dengan subnet 16 dan 32. Bagi dunia luar (di sisi luar router), kedua network ini tetap akan tampak seperti sebuah network dengan IP 144.28.0.0. Sebagai contoh, dunia luar menganggap device di 144.28.16.22 dimiliki oleh jaringan 144.28.0.0. Sehingga, paket yang dikirim ke device ini dikirim ke router di 144.28.0.0. Router kemudian melihat bagian subnet dari host ID untuk memutuskan apakah paket diteruskan ke subnet 16 atau 32. Subnet Mask Agar subnet dapat bekerja, router harus diberi tahu bagian mana dari host ID yang digunakan untuk network ID subnet. Cara ini diperoleh dengan menggunakan angka 32 bit lain, yang dikenal dengan subnet mask. Bit IP address yang mewakili network ID tampil dengan angka 1 di dalam mask, dan bit IP address yang menjadi host ID tampil dengan angka 0 di dalam mask. Jadi biasanya, sebuah subnet mask memiliki deretan angka-angka 1 di sebelah kiri, kemudian diikuti dengan deretan angka 0.
Sebagai contoh, subnet mask untuk subnet di Picture 1 - dimana network ID yang berisi 16 bit network ID ditambah tambahan 4-bit subnet ID - terlihat seperti ini:
11111111111111111111000000000000.
Atau dengan kata lain, 20 bit pertama adalah 1, dan sisanya 12 bit adalah 0. Jadi, network ID
memiliki panjang 20 bit, dan bagian host ID yang telah disubnetkan memiliki panjang 12 bit.
Untuk menentukan network ID dari sebuah IP address, router harus memiliki kedua IP address dan subnet masknya. Router kemudian menjalankan operasi logika AND di IP address dan mengekstrak (menghasilkan) network ID. Untuk menjalankan operasi logika AND, tiap bit di dalam IP address dibandingkan dengan bit subnet mask. Jika kedua bit 1, maka hasilnya adalah, Jika salah satu bit 0, maka hasilnya adalah 0.
Sebagai contoh, berikut ini adalah contoh network address yang di hasilkan dari IP address menggunakan 20-bit subnet mask dari contoh sebelumnya. 144. 28. 16. 17.
IP address (biner) 10010000 00011100 00100000 00001001
Subnet mask 11111111 11111111 11110000 00000000
Network ID 10010000 00011100 00100000 00000000
144. 28. 16. 0
jadi network ID untuk subnet ini adalah 144.28.16.0
Subnet mask, seperti juga IP address ditulis menggunakan notasi desimal bertitik (dotted decimal notation). Jadi 20-bit subnet mask seperti contoh diatas bisa dituliskan seperti ini: 255.255.240.0 Subnet mask:
1111111111111111111000000000000
255. 255. 240. 0.
jangan bingung membedakan antara subnet mask dengan IP address. Sebuah subnet mask tidak mewakili sebuah device atau network di internet. Cuma menandakan bagian mana dari IP address yang digunakan untuk menentukan network ID. Anda dapat langsung dengan mudah mengenali subnet mask, karena octet pertama pasti 255, 255 bukanlah octet yang valid untuk IP address class. Aturan-aturan Dalam Membuat Subnet mask 1. Angka minimal untuk network ID adalah 8 bit. Sehingga, octet pertama dari subnet pasti     255. 2. Angka maximal untuk network ID adalah 30 bit. Anda harus menyisakan
sedikitnya 2 bit untuk host ID, untuk mengizinkan paling tidak 2 host. Jika anda menggunakan seluruh 32 bit untuk network ID, maka tidak akan tersisa untuk host ID. Ya, pastilah nggak akan bisa. Menyisakan 1 bit juga tidak akan bisa. Hal itu disebabkan sebuah host ID yang semuanya berisi angka 1 digunakan untuk broadcast address dan semua 0 digunakan untuk mengacu kepada network itu sendiri. Jadi, jika anda menggunakan 31 bit untuk network ID dan menyisakan hanya 1 bit untuk host ID, (host ID 1 digunakan untuk broadcast address dan host ID 0 adalah network itu sendiri) maka tidak akan ada ruang untuk host sebenarnya. Makanya maximum network ID adalah 30 bit.
3. Karena network ID selalu disusun oleh deretan angka-angka 1, hanya 9 nilai saja yang mungkin digunakan di tiap octet subnet mask (termasuk 0). Tabel berikut ini adalah kemungkinan nilai-nilai yang berasal dari 9 bit.

Binary Octet Decimal
00000000 0
10000000 128
11000000 192
11100000 224
11110000 240 11111000 248
11111100 252
11111110 254
11111111 255

Private dan Public Address Host apapun dengan koneksi langsung ke internet harus memiliki IP address unik global. Tapi, tidak semua host terkoneksi langsung ke internet. Beberapa host berada di dalam network yang tidak terkoneksi ke internet. Beberapa host terlindungi firewall, sehingga koneksi internet mereka tidak secara langsung.
Beberapa blok IP address khusus digunakan untuk private network atau network yang terlindungi oleh firewall. Terdapat tiga jangkauan (range) untuk IP address tersebut seperti di tabel berikut ini. Jika anda ingin menciptakan jaringan private TCP/IP, gunakan IP address di tabel ini.

CIDR Subnet Mask Address Range 10.0.0.0/8 255.0.0.0 10.0.0.1 - 10.255.255.254
172.16.0.0/12
255.255.240.0 172.16.1.1 - 172.31.255.254
192.168.0.0/16
255.255.0.0 192.168.0.1 - 192.168.255.254

Ok ,,,,, cukup itu dulu ,,,, semoga bisa paham sobat smk semua nya,,,,,, :)